• 0821-2297-7791
  • cs@jasterweb.com
  • Jl Taman Kendangsari No 4, Surabaya
Pengertian Bounce Rate dan Fungsinya untuk Website

Pengertian Bounce Rate dan Fungsinya untuk Website

Dalam sebuah website, terdapat indikator pengukur yang dikenal dengan istilah Bounce Rate. Indikator tersebut untuk mengukur seberapa baik kinerja website. Jika kinerja website sudah baik, tentu fungsi website akan berjalan dengan baik. Seperti, meningkatkan penjualan melalui, meningkatkan awareness konsumen dan sebagainya. Untuk mengetahui bounce rate secara lengkap, simak baik-baik penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Bounce Rate

Bounce rate merupakan persentase pengunjung website. Dalam hal ini lebih menekankan pada seberapa lama para pengunjung tersebut membuka website. Nilai indeks nya adalah antara 0-100. Jika angka website mendekati 100 maka hal tersebut tidak baik. Sebaliknya, jika angkanya semakin kecil bahkan mendekati nol maka bagus dan lebih positif.

Dengan kata lain, semakin tinggi nilainya maka akan semakin buruk bagi search engine. Ini sama saja halnya dengan jika semakin baik isi website maka pengunjungnya akan betah berlama-lama. Namun, sebaliknya jika website memiliki konten dan tampilan yang buruk bisa dipastikan pengunjung tidak akan lama membuka web atau blog tersebut.

Cara Kerja Bounce Rate

Cara kerja bounce rate dimulai dengan menghitung berapa banyak jumlah pengunjung yang membuka website. Rumus dalam menghitung besaran atau persentase bounce rate adalah jumlah visitor yang hanya membuka satu halaman jumlah total visitor dikalikan 100%. Cara kerja bounce rate ini tidak hanya berdasarkan waktu kunjungan yang sebentar saja, tapi juga perhitungan dan hal lainnya. Misalnya saja apakah pengunjung tersebut tertarik untuk mau membuka konten lainnya.

Fungsi Bounce Rate

Hingga saat ini bounce rate merupakan indikator pengukur paling penting dalam menilai sebuah website ataupun blog, apalagi dalam sebuah mesin pencarian. Sehingga, besar atau tidaknya indikator ini akan berdampak pada kemajuan website maupun blog serta penggunaan SEO di dalamnya. Ada beberapa fungsi bounce rate yang perlu diketahui, antara lain:

1. Sebagai Pengukur atau Indikator Kualitas Website

Listingscloseby.com

Bounce rate memiliki fungsi sebagai pengukur atau indikator kualitas website. Jika dinilai baik, website akan muncul di halaman pertama di mesin pencarian. Hal ini sangat menguntungkan pemilik website karena menarik banyak pengunjung. Dengan banyak pengunjung website, pemasaran sebuah produk di website dapat dilakukan dengan mudah. Namun, jika indikator kualitas website dinilai buruk maka perlu adanya sebuah evaluasi.

2. Evaluasi Website

Lynda.com

Ketika indikator kualitas website dinilai buruk, secara tidak langsung bounce rate memiliki fungsi untuk melakukan evaluasi. Pemilik website harus mengetahui apa saja yang menjadi penyebab sebuah website dinilai buruk. Biasanya, faktor utama pengunjung meninggalkan website atau blog adalah waktu loading yang cukup lama. Adanya pop up, promo, maupun survei pun bisa dianggap sebagai salah satu penyebab lambatnya loading tersebut. Maka, kamu perlu melakukan evaluasi berdasarkan temuan dari indikator tersebut untuk kembali membuat website maupun blog dipercaya kembali oleh pengguna.

3. Meningkatkan Kualitas Website

3mediaweb.com

Setelah melakukan evaluasi, website akan lebih optimal. Artinya, bounce rate memiliki fungsi dalam meningkatkan kualitas website. Terdapat dua strategi yang bisa diterapkan agar pengunjung betah berlama-lama. Pertama, dengan membuat konten artikel yang enak dibaca lengkap dengan foto sehingga mampu meningkatkan awareness. Kedua, bisa memasukkan internal link. Dengan cara ini, akan menghubungkan antara satu konten dengan konten lainnya. Sehingga, pengunjung yang penasaran akan mengklik konten selanjutnya.

Itulah penjelasan mengenai pengertian bounce rate dan fungsinya untuk website. Untuk menurunkan tingkat bounce rate, pemilik website bisa menggunakan layanan hosting yang sudah terpercaya di Indonesia.

Berikan Rating untuk Konten ini

Close Menu
Chat Whatsapp