• 0821-2297-7791
  • cs@jasterweb.com
  • Jl Taman Kendangsari No 4, Surabaya
Pengertian Conversion Rate Ecommerce dan Cara Optimasinya

Pengertian Conversion Rate Ecommerce dan Cara Optimasinya

Pada saat menjalankan kampanye marketing online pada ecommerce dibutuhkan sebuah parameter yang jelas untuk mengukur keberhasilan kampanye tersebut. Pemilik bisnis tidak bisa menentukan sebuah kampanye marketing online bisa berhasil atau tidak hanya berdasarkan intuisi atau pendapat pribadi. Istilahnya terdiri dari 2 kata yaitu conversion dan rate. Conversion yaitu situasi di mana pengunjung website melakukan tindakan yang menguntungkan bisnis. Misalnya dengan menjadi subscriber, mendaftar sebagai anggota, mengunduh ebook, sampai membeli produk. Sedangkan rate berarti peringkat.

Pengertian Conversion Rate

Conversion rate yaitu persentase pengunjung website yang melakukan tindakan yang menguntungkan pemilik bisnis dari total pengunjung website. Untuk menghitungnya, bisa dengan membagi jumlah conversion yang terjadi di satu halaman website terhadap total pengunjung halaman website tersebut. Lalu, hasil pembagian tersebut dikalikan 100. Jumlah share dan jumlah pengunjung di media sosial tidak cukup untuk dijadikan parameter keberhasilan kampanye marketing online.

Rata-rata perhitungan di semua jenis industri adalah 2,35 persen. 25 persen pelaku bisnis online bisa mencapai conversion rate di angka 5,31 persen. 10 persen lainnya bisa memperoleh angka yang mengagumkan, yaitu 11,45 persen. Perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu terhadap pencapaian sebelumnya. Jika sebelumnya baru mencapai 0,3 persen atau 0,5 persen, target 2,35 persen adalah angka yang masuk akal. Akan tetapi, jika ternyata sebelumnya sudah mencapai sekitar 2 persen, targetkan angka yang lebih tinggi lagi.

Agar mencapai target yang sudah ditetapkan, tentu ada banyak langkah yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut. Berikut ini beberapa langkah untuk mengoptimasinya.

1. Buat CTA Berbentuk Teks di Blog

mailerlite.com

Buat call-to-action (CTA) dalam berbagai bentuk, teks, gambar, atau tombol. Pada sebuah artikel website memang terlihat sederhana, tetapi menghasilkan conversion yang cukup tinggi. Pemilik website bisa dengan mudah membuat CTA dalam artikel website. Saat memasukkan CTA sebaiknya mengikuti alur artikel yang ditulis.

2. Manfaatkan Pop Up

Dribbble.com

Cara lainnya bisa menggunakan pop up. Pop up di halaman website sangat potensial menghasilkan tingkat conversion yang tinggi. Namun, untuk meraih hasil yang maksimal usahakan menampilkan pop up di halaman yang tepat. Gunakan plugin OptinMonster untuk membuat pop up yang menarik di website. Pilih berbagai jenis pop up untuk halaman website yang berbeda. Gunakan dua jenis pop up di satu halaman untuk melihat pop up mana yang lebih menghasilkan conversion.

3. Lakukan Uji Coba Landing Page

Mobimkt.com.br

Langkah optimasi selanjutnya menggunakan landing page. Landing page adalah halaman website dengan desain simple yang sangat cocok untuk meningkatkan conversion rate. Link-nya lebih sedikit dibanding homepage yang didesain agar pengunjung membuat keputusan pembelian, sign up, atau subscribe newsletter. Buatlah dua versi dan menguji keduanya. Lihat versi mana yang lebih menghasilkan conversion. Uji coba landing page merupakan salah satu elemen krusial yang menentukan tinggi tidaknya conversion rate.

4. Permudah Pengunjung untuk Menghubungi Customer Service

Firebrandtalent.com

Terkadang pengunjung website masih perlu bertanya kepada customer service sebelum melakukan pembelian. Pengunjung ingin diyakinkan bahwa keputusan pembelian yang mereka lakukan adalah keputusan terbaik. Dalam hal ini, website harus memiliki customer service untuk memudahkan pengunjung. Tampilan ikon chat customer service biasanya terletak di pojok bawah halaman website.

5. Gunakan Data dan Hindari Menebak

Thinkwithgoogle.com

Semua orang memulai dengan berasumsi, namun akan lebih baik jika asumsi tersebut didukung dengan sedikit data. Jadi, keputusan akan memberikan hasil sesuai dengan tujuan awaln yaitu meningkatkan optimasi conversion rate. CTA dan indikator arah akan membantu pelanggan ke tempat yang diinginkan. Jadi pemilik website harus menempatkan CTA, panel navigasi, dan elemen lainnya di tempat yang strategis.

Intinya conversion rate menjadi salah satu parameter terpenting dalam menentukan keberhasilan kampanye marketing online. Jika lebih banyak orang yang melakukan conversion, maka semakin meningkat pula revenue yang akan didapatkan. Jadi, pemilik bisnis harus mampu mendorong orang-orang yang mengunjungi websitenya untuk melakukan conversion.

Itulah penjelasan tentang pengertian conversion rate ecommerce dan cara optimasinya. Semoga bermanfaat!

Berikan Rating untuk Konten ini

Close Menu
Chat Whatsapp