• 0822-2333-2840
  • cs@jasterweb.com
  • Follow us : @JasterMedia
Sudah waktunya Jualan Tanpa Perantara atau Direct Selling

Sudah waktunya Jualan Tanpa Perantara atau Direct Selling

Dalam dunia bisnis, mungkin kamu sudah merasa tidak asing lagi dengan istilah B2B (Business to Business) atau B2C (Business to Consumer). Tetapi, apakah kamu pernah mendengar istilah D2C (Direct to Customer). Saat memulai bisnis, mungkin kamu bingung harus memasarkan produk atau jasa kemana. Jadi jangan khawatir, kamu bisa berjualan tanpa bantuan distributor atau perantara. Disinilah kamu akan menggunakan model bisnis D2C. Bagaimana jika seluruh stok produk kamu bergantung pada penjualan toko retail. Tentu bisnismu akan terkena imbasnya juga, Berbeda jika kamu menggunakan model bisnis D2C. Dengan model ini, kamu yang akan mengatur stok. Sehingga penjualan produk kamu tidak akan terpengaruh oleh situasi bisnis distributor atau perantara lainnya. Masih bingung dengan konsep model bisnis D2C? yuk simak Bersama sama.

Apa yang dimaskud model bisnis D2C?

D2C adalah model bisnis untuk melakukan penjualan tanpa perantara. Dari proses produksi, pengemasan, hingga pengiriman produk tanpa ada campur tangan pihak ketiga. Maksud perantara disini misalnya reseller, dropshipper, hingga retail seperti minimarket atau grosiran. Tanpa adanya perantara, kamu dapat memasarkan produk atau jasa yang kamu tawarkan melalui channel yang kamu inginkan. Mulai dari website, blog, media sosial, atau mungkin toko fisik. Kondisi pandemi yang tengah terjadi saat ini, model bisnis ini sangat cocok untuk kamu pakai. Misalnya dengan menjual strap mask. Kamu bisa membuat strap mask sendiri, membeli bahan baku sendiri, dan mulai menawarkan kepada teman terdekat terlebih dahulu atau menjualnya di akun Instagram kamu.

Apakah Kelebihan Bisnis D2C?

Membantu keuntungan bisnis, dengan menjual produk sendiri, kamu bebas menentukan harga produk di pasaran. Berbeda jika kamu dibantu perantara, tentu harga produk kamu di pasaran akan naik, karena kamu kamu harus berbagi keuntungan dengan pelantra tersebut. Kemudian membantu mengidentifikasi konsumen, karena dengan melalui model bisnis D2C memungkinkan kamu untuk terhubung langsung dengan konsumen, mengumpulkan data mereka pun jadi lebih mudah, dikarenaka tanpa perantara. Bisa dengan bebas menentukan cara penawaran produk, Jika kamu menjual produk di platform sendiri, kamu bebas menentukan cara menawarkan produk. Membangung relasi yang dekat dengan para konsumen, Model bisnis D2C in juga memungkinkan kamu untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan yang lebih lebih dekat dengan para konsumen.

Apa Saja Kekurangannya?

Model bisnis D2C juga memiliki kekurangan yang juga bisa menjadi pertimbangan kamu sebelum menggunakannya. Mengatur supply chain sendiri, Supply chain (alur pasokan) adalah proses perjalanan produk mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pengiriman tanpa bantuan perantara (pihak ketiga). Membutuhkan waktu yang lama, Kamu juga membutuhkan waktu yang lama untuk mengatur seluruh alur pasokan. Kamu juga harus meluangkan waktu untuk belajar, melakukan percobaan, hingga mengimplementasikan alur pasokan bisnis kamu. Langsung berhadapan dengan konsumen.

Nah, setelah mengetahui berbagai kelebihan dan kekurangan model bisnis D2C, apakah kamu tertarik untuk menggunakannya? Sebelum memutuskan, pastikan kamu sudah memiliki perencanaan yang matang dan sumber daya yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu. Semoga bermanfaat, jangan lupa untuk selalu pantengin sosmed kami ya!

Berikan Rating untuk Konten ini

Leave a Reply

Tutup